Ketika Kampus Hadir sebagai Rumah: Universitas Islam Sumatera Barat Ulurkan Tangan bagi Mahasiswa Terdampak Bencana

Uisbnews, Padang, 17/12/2025 – Di tengah duka dan ketidakpastian yang menyelimuti wilayah terdampak bencana, Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) memilih untuk tidak tinggal diam. Kampus tidak hanya hadir sebagai ruang akademik, tetapi menjelma menjadi rumah—tempat berlindung, berbagi, dan meneguhkan harapan. Melalui program bantuan kemanusiaan, UISB menyalurkan bantuan kepada mahasiswa yang terdampak bencana alam, sebagai wujud kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab moral institusi pendidikan tinggi terhadap sivitas akademikanya.
Bencana alam yang melanda sejumlah daerah telah menyisakan luka mendalam, tidak hanya pada infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga pada kehidupan para mahasiswa UISB. Sebagian dari mereka kehilangan tempat tinggal, harta benda, sumber penghidupan keluarga, bahkan harus menghadapi tekanan psikologis yang berat. Dalam situasi seperti ini, keberlangsungan studi bukan lagi persoalan sederhana, melainkan perjuangan yang penuh keterbatasan.
Menyadari kondisi tersebut, UISB mengambil langkah cepat dan konkret. Bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat material, tetapi juga mengandung pesan moral yang kuat: bahwa mahasiswa tidak pernah berjalan sendiri, dan bahwa kampus hadir untuk menopang mereka di saat paling sulit.
Bagi mereka, bantuan dari UISB bukan sekadar soal nilai rupiah atau paket bantuan. Ia adalah pengakuan bahwa penderitaan mereka terlihat, didengar, dan diperjuangkan. Ia adalah pelukan institusi yang memberi rasa aman di tengah situasi yang serba rapuh. Salah seorang mahasiswa penerima bantuan menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya. Baginya, bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memulihkan semangat untuk tetap bertahan dan melanjutkan pendidikan.
Program bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi sejatinya bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang pembentukan nilai kemanusiaan. UISB memandang bahwa empati, solidaritas, dan keberpihakan pada mereka yang terdampak adalah bagian tak terpisahkan dari Tridharma Perguruan Tinggi.
Dalam konteks ini, pengabdian kepada masyarakat tidak dimaknai secara sempit, melainkan dimulai dari kepedulian terhadap mahasiswa sebagai bagian dari komunitas kampus itu sendiri. Ketika mahasiswa terpuruk, maka tanggung jawab institusi adalah memastikan mereka tetap memiliki akses, dukungan, dan ruang untuk bangkit.
Lebih jauh, UISB juga mengajak seluruh sivitas akademika—dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni—untuk bersama-sama membangun solidaritas. Kampus mendorong lahirnya gerakan kepedulian kolektif, baik melalui donasi, pendampingan, maupun dukungan moral, agar semangat gotong royong tetap hidup di tengah krisis.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan menyampaikan bahwa bantuan ini bukan langkah terakhir, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan UISB dalam memastikan keberlangsungan studi mahasiswa terdampak bencana. Evaluasi dan pendampingan akan terus dilakukan agar tidak ada mahasiswa yang terpaksa berhenti kuliah karena kondisi di luar kendali mereka.
Langkah UISB ini mencerminkan wajah perguruan tinggi yang tidak berjarak dengan realitas sosial. Di tengah tantangan zaman dan kompleksitas persoalan pendidikan, UISB memilih untuk berdiri di sisi kemanusiaan—menguatkan yang lemah, menopang yang jatuh, dan menjaga agar harapan tetap menyala. Bantuan ini juga menjadi pesan moral bagi dunia pendidikan tinggi secara luas: bahwa kampus tidak boleh hanya unggul dalam angka akreditasi dan publikasi, tetapi juga harus hadir secara nyata ketika kemanusiaan diuji. Empati bukanlah kelemahan institusi, melainkan kekuatannya.
Universitas Islam Sumatera Barat percaya bahwa mahasiswa yang tumbuh dalam lingkungan akademik yang peduli akan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Mereka akan belajar bahwa ilmu harus berjalan seiring dengan nurani, dan bahwa keberhasilan sejati tidak pernah lahir dari sikap acuh tak acuh.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang menjunjung kasih sayang serta keadilan, Universitas Islam Sumatera Barat berkomitmen untuk terus hadir, mendampingi, dan menguatkan mahasiswa yang terdampak bencana. Karena bagi UISB, pendidikan bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan ikatan kemanusiaan yang harus dijaga, terutama ketika ujian datang tanpa permisi.
By: Humas
